Hari ini aku memaksakan diri untuk masuk kerja meskipun mungkin saja berita tentang pertunanganku dan Adnan sudah menyebar di mana-mana. Sungguh, aku sama sekali nggak peduli sama semua itu. Aku hanya peduli sama perasaan Hiro. Bahkan sampai sekarang dia enggan mengangkat telpon apalagi berniat menghubungiku. Sesampainya di kantor ternyata dugaanku benar. Lihat aja para penggosip itu mulai heboh saat aku baru saja menginjakan kaki di kantor ini. "Litia! Gimana ceritanya kamu bisa sama si Adnan Laxavier?" satu. Aku masih sabar menanti pertanyaan lainnya. "Kamu pakai guna-guna?" dua. Silakan lanjutkan. "Dulu Hiro Admaja, kan? Sekarang Adnan Laxavier. Ck.." tiga. Ayo siapa lagi yang mau bertanya silakan. Nggak usah bayar, semua gratis! "Litia ikut Mbak ke ruangan!" empat. Hening. Wait

