Ucapan romantis ala Hiro hari itu adalah hal terakhir yang aku ingat. Seperti biasa, Hiro tetap orang yang sama. Suka hilang setelah dibikin melayang. Entah kenapa aku jadi ragu padanya. Ngomongnya sih sayang tapi lagi-lagi menghilang. Perlu ya terus-terusan ku ingatkan kalau sekarang dia tuh punya hati yang harus dijaga. Masa aku mulu yang harus nyari dia? "Kenapa tuh mulut? Manyun mulu." Aku kaget. "Eh bos? Kapan ke sini?" tanyaku. Jadi, dari tadi aku melamun ya sampai-sampai mbak Vanya di sini aku nggak tahu. Mbak Vanya mencebikan bibirnya. "Dari tadi kali!" balas bos cantikku. Aku jadi tersenyum malu-malu. "Maaf hehe," aku tertawa yang terkesan dipaksakan. "Nggak usah ketawa kalau dipaksan gitu. Nggak lucu!" ucap Mbak Vanya. Mau nggak mau aku mingkem sambil angguk-angguk kepala.

