Satu Permohonan

2611 Kata

                         Nicholas melangkah santai sembari bersenandung kecil dengan menampar-nampar semak-semak yang ia lewati. Nathan yang mengekorinya sedari tadi hanya pasrah saja, karena semak-semak yang tertarik akibat pukulan Nicholas jadi menghantam wajahnya pelan. Ingin protes tapi takut kalau Nicholas akan memberikan tatapan mautnya lagi. Nathan baru sadar, kalau keputusannya mengikuti Nicholas sekarang adalah keputusan yang bodoh. Selamanya dia akan diperbudak dan diperlakukan seenaknya oleh orang yang dia anggap sebagai teman itu. Keduanya sudah bejalan sepanjang 2 km, tapi belum menemukan apapun yang bisa mereka jadikan tempat tinggal. Hanya ada hamparan pohon luas dengan sungai-sungai kecil di sepanjang jalan. Tidak ada juga makanan yang bisa mereka makan untuk sekesar men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN