Sepanjang perjalanan Daniel melamun, matanya hanya fokus pada satu titik dengan kepala tertunduk lemah. Kedua tangan dan kakinya di borgol pada sisi-sisi ranjang agar mencegah kejadian yang tidak diinginkan terulang lagi. Apalagi Daniel masih belum mendapatkan pengobatan yang layak dan juga gerak-geriknya tadi sangat mengkhawatirkan. Christ, Rebecca, Nicholas dan Mr. Paul berada di ruangan lain. Mereka juga mendapatkan pengobatan karena berhari-hari tidak bisa makan dengan layak. Dan juga luka tusukan yang mereka dapat, sudah dijahit dan diperban. Daniel menggeliat kecil, sepenuhnya masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Selama ini ia merutuki pelaku pembunuh yang sudah membuat teman-temannya mati mengenaskan. Padahal pembunuh sebenarnya adalah ia sendiri. Ia tersentak kecil saat

