TIGA PULUH

1002 Kata

                     Pagi ini begitu beda bagi Vaniesya. Tak ada senyum dan tak ada sapaan, baik Adeks maupun Vaniesya masih saling mendiami. Pagi-pagi sekali Adeks sudah terbangun, dan bersiap akan ke kantor. Beda dengan istrinya Vaniesya, ia didalam kamar dan terus diam tanpa bicara ketika Adeks masuk kamar berniat mengambil pakaiannya. Meskipun begitu Vaniesya tak melupakan kewajibannya sebagai istri. Ia juga bangun pagi, dan lebih pagi dari pada Adeks. Ia menyiapkan sarapan dan kebutuhan Adeks lainnya. Misalnya menyiapkan kemeja, jas dan lain-lain. Sarapan juga sudah siap diatas meja makan, Vaniesya memasaknya dibantu oleh Nadtline. "Amer beberapa hari kita akan berada disana?" tanya Adeks yang baru turun dari tangga, kepada Amer yang baru saja masuk. "Kemungkinan sebulan tuan."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN