TIGA DELAPAN

1000 Kata

"arghhh." ringisan Vaniesya membuat Adeks menghentikan pekerjaannya. Dan menoleh ke arah Vaniesya, yang duduk dipangkuan nya. Tidur Vaniesya terganggu akibat sakit yang ia rasakan di bagian perutnya. "Sayang kenapa?" tanya Adeks khawatir. "Ahhh sakit Adeks." Dengan hati-hati Adeks membalikan tubuh Vaniesya, agar menghadapnya. "Apa perutmu sakit?" "Iya, dia menendang." ucap Vaniesya menahan kesakitan. "Tapi ini sakit sekali Adeks. Tendangannya begitu kuat." lanjut Vaniesya. Adeks mengulum senyum manis, dengan segera tangannya berada diatas perut Vaniesya, dan mengelusnya dengan gerakan lembut. "Ayo anak papa menendang lah lagi." bujuk Adeks pada anaknya yang masih didalam perut. "Tapi jika dia menendang itu rasanya sangat sakit Adeks." ucap Vaniesya dengan mata puppy eyes nya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN