DUA PULUH TIGA

978 Kata

Sevilla, Spanyol Vaniesya masih tertidur di ranjangnya sangat pulas, bahkan sinar matahari yang masuk tak mengganggu tidurnya. Sedangkan Adeks sudah terlebih dahulu bangun, dan saat ini ia sudah rapi dengan kaos putih dan celana jeansnya. "Hey bangun, sekarang sudah pukul 11.00 siang." Seru Adeks tapi sepertinya Vaniesya tak menghiraukannya. "Vaniesya, bangun."  Dapat Vaniesya rasakan jika ranjangnya sedikit melesak, akibat Adeks menaikinya. Jari-jari Adeks membelai lembut pipi Vaniesya, membuat sang istri terusik tidurnya, "Bangun sudah siang my wife."  Perlahan-lahan mata Vaniesya terbuka, pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah wajah tampan Adeks. Yang saat ini menjadi suaminya. "Siang my wife." Sapa Adeks, membuat pipi Vaniesya bersemu merah. "Si..ang." Jawab Vaniesya gug

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN