Profesor Chiko sudah kembali lagi ke laboratorium tempat ia melakukan penelitian untuk bergabung bersama teman-temannya yang sudah siap melakukan uji coba lanjutan mereka yang harus segera selesai. Pria muda yang sudah menghabiskan waktu selama dua puluh empat jam bersama kedua orang tuanya itu nampak semangat karena sudah mendapatkan dukungan moril dari ayah dan ibu angkatnya itu. Profesor muda itu harus membayar lunas semua proyek yang tertunda. Ia semakin percaya diri dengan proyek yang sedang dikerjakan dan berharap selesai sesuai dengan target yang sudah dijadwalkan. Ia pun kini bisa lebih tenang dalam berpikir meski belum seratus persen pulih. "Akhirnya, Profesor Chiko kembali. Apa kabar?" Profesor Asep menyambut kepulangan sang profesor. Ia menjadi satu-satunya profesor yang me

