Mendapatkan kesempatan kedua merupakan mimpi setiap orang. Pun dengan Profesor Jeremie Chikitoz. Ia bersyukur pemerintah berbaik hati kepadanya dengan memberikan kesempatan ini. Sebelumnya ia merasakan ketakukan yang luar biasa karena khawatir jika mereka akan memenjarakan dirinya. Ternyata ketakutannya itu tidak terjadi. Meski kondisi tubuhnya belum fit seratus persen dan ia harus jauh dari kedua orang tuanya, namun niat tulus dan tujuan mulia untuk menyelamatkan kehidupan umat manusia dari serangan wabah penyakit Kapido, mengenyahkan segala apa yang dirasakan olehnya. Ia harus bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi. Ia ingin menebus segala kesalahan yang pernah diperbuatnya. Kecerobohan yang menimbulkan malapetaka sehingga proyeknya harus terhenti sekian lama dan telah merenggu

