“Hoeeek! Hoeeek!” suara mual disertai bunyi kran air terdengar jelas di keheningan malam. “Hoeeek!” kesekian kalinya hingga membuat Vino terjaga dari tidurnya. Dirinya secara refleks menyentuh sisi tempat tidur disebelahnya yang setelah dilihat, ternyata tidak ada sosok Beby disana. “Hoeeek! Hiks,” alisnya terpaut dan langsung bangkit menuju kamar mandi dengan tubuh bagian atas yang polos dan hanya memakai boxer sebagai bawahan. Wajahnya langsung berubah khawatir saat mendapati Beby dengan selimut menutupi tubuhnya didepan wastafel muntah-muntah lalu menangis. Begitu terus berulang-ulang. Vino serta merta mendekat dan memijat tengkuk istrinya itu. “Kamu kenapa Sayang? Sakit? Masuk angin?” tanyanya beruntun sambil aktif menekan area pundak ke tengkuk wanitanya guna mengurangi rasa sak
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


