PART 11 – THE LONELINESS Seminggu pun berlalu sejak Keenan mengabaikan pesan Anya terakhir kali. Hari-harinya kembali datar seperti sebelumnya. Ia bertahan sekuat tenaga untuk tidak mengirimkan pesan apapun lagi pada Keenan. Terus terang kadang Anya merasa kehilangan, walau Keenan hanya sebentar hadir dalam hidupnya. Namun ia mencoba bertahan untuk tidak memulai lebih dulu. Gengsi lah, pikirnya. Suara Rara membuyarkan lamunannya tentang Keenan. "Fiuh! Selesai juga meeting-nya ya Nya!" Rara meregangkan tangannya ke atas karena terlalu lama duduk. Rara mulai berdiri dan merapikan berkasnya, "Kamu mau makan siang Nya? Bareng yuk" ajak Rara. Anya melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, "Oiya, udah waktunya makan siang ya" Anya ikut bangkit dan membereskan mejanya, kemu

