PART 17 – TO HANDLE Setelah pesta panjang yang melelahkan itu selesai, akhirnya Anya dan Keenan bisa merebahkan tubuhnya di atas ranjang pengantin mereka. Sesaat situasi begitu kaku dan sunyi ketika mereka saling menatap satu sama lain dengan pikiran masing-masing. Keenan berbaring miring dan makin mendekat ke arah Anya. Tangan Keenan menyentuh pipi Anya yang bersemu merah karena malu sendiri dengan pikiran-pikiran yang menguasainya pada situasi sekarang. Ia sudah menjadi istri Keenan, mau tidak mau ia harus siap untuk menyerahkan dirinya pada suaminya ini. Mata Keenan menggelap penuh gairah menatapnya, perlahan kepalanya mendekat dan menyambar bibir Anya yang sedikit membuka. Sekarang mulut Anya terbuka memberikan akses sepenuhnya pada lidah Keenan untuk mengeksplor mulutnya. Perlahan tu

