Tanpa memberi balasan, tangan kiri Aelin bergerak turun menyentuh luka tebasan pedang di siku kanannya. Sepersekian detik, cahaya merah menyelimuti luka parah tersebut lalu dia menurunkan tangan kirinya, serta-merta menunjukkan lengannya telah kembali terhubung seperti semula. Pemandangan itu membuat dua Kaiju di hadapannya terbelalak tak percaya. “Kau kira kau sudah menang hanya dengan hampir memutus tangan kananku?” ledek Aelin sambil melambaikan tangan kanannya. Samurai itu pun menggeram. “Dasar monster!” berikutnya mengacungkan dua jari kanannya guna melancarkan serangan sihir. “Kaiju Flame!” Serangan api segera membungkus Aelin dalam bentuk tornado bak serangan Phoenix tempo lalu. Tidak mengejutkan, gadis itu dapat langsung mengetahui sihir spesialias semacam apa yang dimiliki o

