Gadis segera melipat surat yang diberikan guru pembimbing di tempat lesnya. Ia tidak menyukai isinya, untuk apa diberikan pada mama? Adera melihat Gadis yang membuang surat pemberitahuan itu dengan sengaja. Ia tersenyum, otaknya kini tengah merencanakan sesuatu. "Gadis!" panggil Adera mengejar Gadis yang sudah berjalan keluar ruangan. "Astaga, wanita ini selalu berpura-pura tuli!" ucapnya kesal. Gadis menghentikan langkah kakinya, itu membuat Adera tak sengaja menabraknya. "Kok malah berhenti? Kan jadinya nabrak" Adera tertawa renyah. "Kita ulang sekali lagi ya adegan tabrak nya barusan?" pinta Adera menaik turunkan alisnya. Dengan ekspresi datar, Gadis menahan wajah Adera dengan telapak tangannya. "Apa yang mau kamu lakukan lagi?" tanya Gadis, ia berusaha sekuat mungkin unt

