Dengan jantung berdebar Gadis tengah menunggu keluarnya sang papa yang masih berada di dalam kelas. Pengambilan raport kenaikan kelas tahun ini Gadis menyerahkan pada papa dengan satu syarat, tidak membawa tante Tasya dan mama ke sekolahnya. Kembali ia melihat jam yang melingkar ditangannya, sudah lebih dari tiga puluh menit papa berbicara dengan wali kelas Gadis. Sepertinya masalahnya begitu serius sekali, atau jangan-jangan wali kelas Gadis memberitahukan akan masalahnya selama ini? Matilah Gadis! Jika sampai itu terjadi. Hingga akhirnya terlihat papa bangkit dari kursi, namun matanya langsung tertuju pada Gadis yang sudah menunggunya di luar kelas terlihat begitu tajam. “Mati saja aku!” gumam Gadis, bergidik ngeri. Tiba-tiba papa Gadis

