Tahun ajaran baru sudah dimulai, kini Gadis sudah menyandang sebagai senior tertinggi di sekolahnya. Tidak akan ada lagi kakak kelas menyebalkan bagi Gadis, hanya satu yang ia sesalkan. Bela masih satu kelas dengannya. “Pagi Gadis” sapa Langit yang tengah memasang pengumuman di mading sekolah. “Maafkan aku tidak bisa berangkat bersama, tugas dari sang ketua osis membuatku kelimpungan di hari ini” Gadis memukul bahu Langit, “Bukankah ini sudah sering terjadi? Aku ke kelas dulu” pamit Gadis berjalan, namun lengannya ditahan Langit. “Apa kamu akan satu bangku dengan Bela lagi?” Gadis melepaskan lengan Langit, “Tenanglah ... aku tidak memakannya” jawabnya kembali berjalan menuju kelas. Seperti biasanya, Gadis masuk ke

