Permintaan Maaf

916 Kata

            Gadis kembali membuang wajahnya disaat Bela membuka pembicaraan dengannya. Ini membuat Bela tak kerasaan berada di sekolah. Beberapa pasang mata mulai mencurigai akan apa yang terjadi pada mereka berdua.             Kini semuanya kembali, Gadis sama sekali tidak perduli pada Bela. Ia tidak memberi pinjam catatan, novel ataupun alat tulis padanya. Gadis seperti hidup seorang diri, ia membuat tembok kokoh pada dirinya.             Bel istirahat berbunyi, Bela menahan lengan Gadis yang akan bangkit. “Maafkan aku, bisa kita bicara sebentar?”             Gadis melepaskan lengan Bela. “Tidak” jawab Gadis pergi meninggalkan Bela yang masih terduduk di bangku.             Sepeninggal Gadis, dengan terburu-buru Langit masuk ke dalam kelas dan menghampiri Bela. “Kamu tau apa yang tel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN