32

1250 Kata

Bab 32 Entah apa yang ada dalam pikiran Arsjad ketika ia membelokkan motornya ke rumah Nazar seminggu kemudian. Mungkin ia kangen dengan ibunya, atau rasa gembira yang meluap hingga membuatnya bertindak tanpa berpikir. "Akhirnya kamu pulang juga, Ar. Ibu kangen banget sama kamu." Pekik Martini yang muncul dari dapur sambil mengelap tangannya di serbet. "Cepat, kita langsung ketemu kakek aja." Gumam Arsjad sambil menarik tangan Marsha yang hendak mencium tangan Martini. "Nanti kamu makan di sini kan? Ibu hari ini masak tumis kangkung sama kering tempe lho." Seru Martini mencoba menarik perhatian Arsjad. Martini merengut ketika anaknya tidak mengindahkannya, terus menuju ke halaman belakang tempat yang lain berkumpul. "Ini apa?" Tanya Burhan yang terkejut melihat Arsjad dan Marsha yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN