Bab 26 "Ca, kalian berdua gak bisa berbuat seenaknya sama aku." Wajah Arsjad menggelap saat ia melihat Barry menempelkan bibirnya ke bibir Marsha. Rupanya gerakan Martini menarik tangan Marsha, kalah cepat dengan Barry yang ternyata tidak terlalu mabuk. Marsha berhasil mendorong kepala Barry dan menjauhkan dirinya dari pemuda itu. "b******n kamu, Bar!" Umpat Marsha tanpa sempat menyaring ucapannya terlebih dahulu. "Walapun sekarang aku orang yang kamu benci, apa kamu gak berpikir kalau ucapanmu keterlaluan?" Barry tertawa dengan wajah tidak percaya. Diam-diam Marsha mengawasi tangan Arsjad yang mulai terkepal sekuat tenaga, ada rasa takut dalam dirinya kalau pria itu akan melayangkan tinjunya. Namun, Arsjad berbalik dan melihat Marsha. "Kamu gak apa-apa?" Pandangan semua orang kini

