29

1334 Kata

Bab 29 Setelah memastikan Nazar sudah berada di kamarnya Martini kembali berbicara dengan Barry. "Saya terima berapapun harga yang kamu kasih. Asal kamu bawa mereka pergi dari sini!" "Bu! Ibu gak serius sama ucapan ibu barusan kan?" Arsjad mengeraskan otot rahangnya dan memasang ekspresi kecewa. "Ibu tidak pernah tidak serius dengan ucapan ibu. Kamu seharusnya berpisah dengan Marsha, dan mendapatkan wanita yang lebih baik. Yang belum pernah menikah sebelumnya." Marsha berdiri ditempatnya dengan tidak nyaman, seolah-olah berdiri di atas bara api. Wajahnya terlihat pucat. "Ibu, a-aku tau aku banyak kekurangan. Tapi tolong, beri kesempatan. Aku pasti berusaha jadi menantu yang baik buat ibu. Bagaimanapun ibu memperlakukan aku. Aku akan bersabar, sampai ibu benar-benar merestui kami." Pin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN