Suara napas yang kasar dan udara yang mengelilingi mereka masih terasa panas, walau di luar hujan turun semakin deras. Arsjad menggeser tubuhnya yang berat, lelaki itu menopang tubuhnya dengan sikunya sendiri dan menatap Marsha dengan perasaan yang campur aduk. Tadinya dia mengira bercinta dengan Marsha seperti melewati jalan tol tengah malam. Mulus tanpa hambatan, ternyata perkiraannya salah. Marsha masih perawan. Arsjad merasa tersanjung karena menjadi orang pertama untuk gadis itu. "Caca..." "Hmm?" "Lihat aku." Marsha merasa gugup ketika Arsjad menarik pinggangnya agar lebih mendekat. "Benaran sakit? Sampai-sampai kamu merengek setengah mati?" "Ya pasti sakit lah. Pikir aja sendiri, ini pengalaman pertama gue dan lo melakukannya gak pelan-pelan." Marsha berkata ketus untuk men

