84. Nyawa Cucuku Terancam

1418 Kata

Danas masih lemas, meski sedikit demi sedikit sudah menghilang rasa sakitnya, tapi Jagad menyuruhnya untuk istirahat dulu di rumah sakit demi kesehatan dan bayinya juga. “Kalau kamu sehat dan kuat, aku yakin bayimu juga akan seperti itu di dalam,” Jagad berkata dengan bijak dan lembut. “Terima kasih,” ucap Danas dengan ramah. Jagad pun tak dapat menahan senyumannya. “Aku permisi dulu,” pamit Jagad, setelah beberapa kali dalam satu hari ini dia berkunjung ke kamar Danas. “Bagus kalau begitu,” Langit berkata, wajahnya tampak tidak suka kalau Jagad terus-terusan ada di kamar itu. Rasanya panas. Aleta yang ada di ruangan itu juga merasa gerah karena ada Jagad di kamar ini. Tapi, dalam hati Aleta, kalau Jagad suka dengan Danas, dia tidak perlu khawtirkan anaknya akan jatuh cinta dengan Dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN