The End

1148 Kata

 “Nat, lo sudah pernah periksa?” tanya Santi membuat Kanaya kebingungan. “Periksa ke dokter? Belum, mualnya datang tiba-tiba jadi gue pikir nggak perlu ke dokter.” Santi duduk lebih dekat dengan Kanaya. Digenggamnya tangan Kanaya yang lemas tak bertenaga. “Lo masih ingat kapan terakhir haid?”  Kanaya menghela napas. Santi bertanya sesuatu yang membuatnya pusing.  “Gue nggak pernah ingat kapan terakhir haid. Tiap bulan beda-beda jadi kadang bingung kalau ditanya.” Santi berusaha menahan senyumnya. Ia lalu berbisik. “Mungkin saja lo hamil.” Kanaya mengerjapkan matanya berkali-kali. Ia tidak pernah memikirkan kahamilan semenjak usai liburan ke Bali. “Terus gue harus tes? Tapi lo nggak pernah gue lihat mual-mual.” Kanaya jadi iri pada Santi yang terlihat sehat saat hamil. “Beda or

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN