"Dev, aku benar-benar tidak tau harus pergi ke mana sekarang. Aku tidak punya tujuan, jangan membuatku semakin merasa bersalah dengan sikapmu ini." Tara terus berusaha menyejajari langkah David yang panjang-panjang. Pemuda itu terlalu tidak bisa mempercayai apa pun yang dikatakan Tara saat ini. "Dev!" Tara berhenti beberapa langkah di belakang David, ketika pemuda itu tak juga mau mendengarkannya. "Kamu tahu aku juga yatim-piyatu sepertimu. Aku tidak punya rumah dan tujuan, Dokter Laura sekarang hancur karena kematian anaknya, dan aku tidak mungkin terus di sekitarnya tanpa melakukan apa pun." Pada akhirnya David menghentikan langkah meski tidak menoleh ke belakang. Mendengar bahwa Jia telah tiada, hatinya sedikit ikut prihatin. Biar bagaimana pun, dirinya juga pernah menikmati kebai

