Kehidupan yang Berbeda

771 Kata

Semilir angin malam yang mengusik dedaunan, tak membuat Nyai kehilangan niat untuk merentangkan kipasnya. Sosok perempuan dengan kebaya merah hati dan sanggul di kepalanya itu tengah berdiri di udara dengan Bima di sampingnya. Dua makhluk itu memandang ke arah langit yang dipenuhi bintang-bintang. "Dia telah kembali," ucap Nyai tanpa mengalihkan pandangannya dari langit. Perempuan itu terlihat mengembuskan napas lega, entah apa yang ada dalam pikirannya. "Di bawah rasi bintang yang melambangkan keabadian." Bima melanjutkan kalimat Nyai, lalu keduanya saling melempar pandangan diiringi senyum miterius, lalu kembali memandang langit. "Ini adalah takdir yang harus dia terima." "Dan tugas kita sudah selesai." "Saatnya dia berjuang untuk menjalani takdir yang tidak biasa." "Tapi, Nyai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN