"Terbanglah lebih pelan, Panglima. Aku masih ingin berada di atas sini agak lama," pinta Dewi Neona. "Dan kau akan kepanasan oleh sinar matahari yang begitu menyengat? Kau pikir aku akan membiarkan hal itu terjadi padamu, Dewi Neona?" sindir Ryan. Dewi Neona tertawa. "Ayolah Panglima, aku takkan merasa kepanasan di cuaca yang cerah ini. Justru aku akan merasa hangat karena di Anozorah hanya ada hawa dingin yang kurasakan," ia benar-benar merajuk dengan manis. Ryan hanya bisa pasrah saja dan tak lagi menolak. Ia senang karena Dewi Neona terlihat begitu menikmati perjalanan itu bersamanya. Ia memelankan kepakan sayapnya, agar perjalanan itu menjadi agak lebih lambat dari sebelumnya. Dewi Neona menikmati terpaan angin, menyentuh awan yang mereka lewati, dan bahkan merentangkan kedua tanga

