June kembali menggenggam tangan Caitlyn dengan lembut. Caitlyn menatapnya seraya tersenyum, setelah tadi sempat berdebar-debar ketika pertarungan berlangsung dan pemuda itu harus melindungi konsentrasi Dewi Neona. Mereka duduk di balkon berdua, meninggalkan yang lain yang sedang bercengkrama di lantai bawah. June mengajak Caitlyn menatap indahnya langit malam dengan bulan sabit yang begitu indah dipandang. "Aku senang kau ada di sini. Kau..., menciptakan dunia baru untukku yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Denganmu, aku tak perlu menjadi orang lain dan tak perlu menyembunyikan apapun tentang jati diriku. Aku benar-benar merasa bahagia akan hal itu," ungkap June. Caitlyn pun ikut tersenyum usai mendengar apa yang dikatakan oleh June kepadanya. Sejenak, ia menatap ke arah tangannya y

