Pagi itu Arhoz menatap ke arah Dean yang masih memakai seragam sekolah, namun sudah memilih untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Melihat sosoknya seakan membuat Arhoz tertohok dengan kenyataan, bahwa tak selamanya kehidupan selalu berpihak pada orang baik. "Oke, mulai hari ini kau akan bekerja untuk menjadi supir bagi Erhol. Kau akan tinggal di sini bersama kami, dan kalau kau sempat ajarilah Erhol beberapa hal yang menyangkut sekolahnya. Tapi kau juga harus berjanji padaku, bahwa meskipun kau bekerja pendidikanmu tidak boleh terbengkalai," tegas Arhoz. "Terima kasih, Tuan Xavier. Aku janji takkan mengabaikan pendidikanku seperti yang anda inginkan," ujar Dean, berjanji. "Panggil aku Paman, jangan Tuan. Kau berteman dengan putraku, kau juga kekasih keponakanku, jadi kau adala

