Bab 20. Desakan Laksono

1000 Kata

Beberapa hari kemudian, Anita ditemani oleh Rahma mendatangi kantor urusan agama. Anita mendaftarkan gugatan cerai. "Kamu sudah yakin, kan?" tanya Rahma. "Iya, Bu. Sebenarnya sayang sama pernikahan ini, tapi ... ah, sudahlah. Seorang pria yang memang mencintai istrinya tidak akan melukai istrinya sedalam ini," pupus Anita. "Nita, memang benar. Sejak awal ibu nggak pernah suka kamu menikah dengan Bagas. Entah kenapa insting ibu mengatakan demikian, padahal belum juga kenal sama Bagas waktu itu. Tapi, kamu keburu hamil duluan, jadi–" Rahma mendesah perlahan, berhenti untuk melanjutkan kalimatnya. Miris sekali dengan kejadian dua tahun yang lalu ketika Anita menunduk mengakui segala yang terjadi di hadapannya. Kala itu, Rahma menjadi seorang ibu yang gagal mendidik anaknya. "Maafin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN