"Kamu nggak kerja, Ken?" tanya Anita, sembari duduk di sampinh Kendra. Sejujurnya Anita tidak enak hati dengan lelaki itu. Karena dirinya, maka Kendra harus meninggalkan pekerjaannya. Padahal, itu urusan pribadinya sendiri, tapi harus melibatkan Kendra. "Kerjaanku bisa kutinggalin sebentar. Ada asisten yang menggantikan. Soal perceraian kamu, itu pun penting karena itu akan mempengaruhi masa depanku. Papa juga nyuruh aku mengawal kamu sampai selesai proses perceraian." Anita mengangguk. Ternyata, Laksono juga ingin mempercepat perceraian itu. Anita mendesah. Tiba-tiba saat teringat dengan Bagas, dalam hati dia merasa campur aduk karena hari ini dia akan menjalani proses perpisahannya dengan Bagas, lelaki yang sangat dia cintai. "Bulatkan tekad kamu, Anita. Dia bukan lelaki yang pant

