Pintu ruang operasi akhirnya terbuka. Seorang dokter keluar dengan wajah lelah, namun berusaha tetap tenang. Alaric, Elenora, dan Ezra serempak berdiri. “Dokter, bagaimana putri saya?” tanya Elenora cepat, suaranya bergetar. Dokter itu menarik napas. “Operasi berjalan lancar. Peluru berhasil kami keluarkan dan pendarahan sudah dihentikan.” Elenora hampir roboh mendengarnya. “Syukurlah” bisiknya. Namun dokter itu melanjutkan, “Namun, ada satu hal yang perlu kami sampaikan. Pasien kehilangan cukup banyak darah dan mengalami syok berat.” “Apa maksud Anda?” tanya Alaric dengan nada tegang. “Saat ini Nona Elarys belum sadar. Ia berada dalam kondisi koma,” jelas dokter itu tenang. Elenora membelalak. “Koma?” suaranya melemah. “Berapa lama?” “Kami belum bisa memastikan. Bisa beberap
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


