Keesokan paginya, meja makan terasa lebih sunyi dari biasanya. Cahaya matahari pagi masuk melalui jendela besar, menyinari hidangan yang tersaji rapi, namun tak satu pun dari mereka benar-benar fokus pada makanan. Alaric duduk di ujung meja, punggungnya tegap, ekspresinya tenang namun serius. Elenora duduk di sampingnya, sementara Caelum dan Ezra berada berseberangan. Elarys duduk di antara kedua kakaknya, tangannya menggenggam sendok, tapi hanya mengaduk pelan isi mangkuknya. Alaric meletakkan cangkirnya perlahan. Suara kecil itu cukup untuk membuat perhatian mereka tertuju padanya. “Ada satu hal yang perlu Daddy sampaikan,” ucap Alaric datar. Ezra langsung menegakkan bahunya. “Tentang semalam?” Alaric mengangguk singkat. “Malam ini akan ada pertemuan mafia.” Elarys berhenti mengadu

