Bab 22-Penyelidikan

1402 Kata

Pagi itu Mansion tidak lagi dipenuhi kehangatan, melainkan kesibukan yang terstruktur dan dingin. Ruang strategi kembali hidup, layar-layar besar menampilkan peta kota, rekaman CCTV, serta jalur komunikasi yang saling terhubung. Alaric duduk di ujung meja panjang, jemarinya saling bertaut, sorot matanya tajam menembus setiap laporan yang masuk. “Mulai dari titik tembakan pertama,” perintahnya singkat. Salah satu anak buah mengangguk. “Kami sudah melacak sudut penembak. Senjata yang digunakan bukan sembarangan, Tuan. Presisi tinggi, jarak menengah. Orang itu profesional.” “Nama,” sela Caelum dengan nada dingin. “Belum pasti. Tapi kami menemukan jejak transaksi senjata ilegal dua minggu lalu. Jalurnya mengarah ke tiga kelompok,” jawabnya sambil menunjuk layar. “Salah satunya memili

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN