Bab 9-Hidup Dalam Pengawasan Ketat

1480 Kata

Pagi datang tanpa kebebasan. Cahaya matahari menembus tirai kamar Elenora, namun Elarys tidak langsung bangun seperti biasanya. Bahkan sebelum ia membuka mata sepenuhnya, ia sudah menyadari satu hal—ia tidak sendirian. Suara langkah kaki yang teratur di luar kamar, bisikan singkat melalui alat komunikasi, dan pintu yang tidak pernah benar-benar tertutup menjadi penanda bahwa penjagaan masih berlangsung. Elarys duduk perlahan di ranjang. Setiap gerakannya langsung menarik perhatian. Caelum berdiri di dekat jendela, tubuh tegap, tangan terlipat di depan d**a. Tatapannya dingin, tajam, dan selalu siaga. Ezra berada di kursi dekat pintu, diam namun mengawasi setiap sudut ruangan. “Kau bangun,” ucap Caelum singkat. Elarys mengangguk. “Iya…” “Jangan berdiri terlalu lama,” lanjutnya tanp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN