“Kak, bagaimana kabarnya Kak Rara?” tanya Elara. Pertanyaan itu membuat Caelum terdiam seketika. Langkahnya terhenti, begitu juga ekspresi di wajahnya yang semula tenang. Udara di sekeliling mereka seolah berubah lebih berat. Elara menyadari kejanggalan itu. “Kak?” panggilnya pelan, menatap Caelum dengan raut bingung. Caelum menghela napas perlahan sebelum menoleh. “Kenapa tiba-tiba menanyakan dia?” balasnya, suaranya terdengar lebih datar dari biasanya. Elara mengangkat bahu kecil. “Aku hanya penasaran. Sudah lama tidak mendengar kabarnya. Bukankah dulu Kakak cukup dekat dengannya?” Caelum memalingkan pandangan, rahangnya mengeras. “Tidak ada yang perlu dibicarakan soal Rara.” Nada itu membuat Elara mengernyit. “Kak, aku hanya bertanya. Ada sesuatu yang terjadi, ya?” “Tid

