Tap Love ceritanya ya! Jangan lupa follow akunnya. *** "Perdana menteri, harapan Anda untuk menguasai Taewon sepertinya tidak akan terwujud." Pria tua baya itu berdiri dengan sebuah senyum licik tersungging di bibirnya. Tentu saja sebuah berita dari mata-mata kepercayaannya berhasil membuat dia sakit kepala karena harus memikirkan ulang tentang rencananya. Seorang wanita paruh baya sedang duduk sembari menyesap teh mawar mahal, yang aroma begitu wangi dan harum semerbak memenuhi ruangan. "Sudah, jangan terlalu berharap untuk menyatukan kedua wilayah ini lagi. Sejarah telah memutuskan kalau Taewon dan Tianwan tidak bisa disatukan dan dimiliki semudah itu. Anda terlalu serakah, Pak Tua." Pria itu berbalik, rambutnya yang memutih bahkan tidak bisa menghalangi dirinya untuk mewujudkan

