Sharlynn refleks berusaha menjauhkan kedua tangan Richie yang menangkup wajahnya secara tiba-tiba. Entah kenapa saat itu detak jantungnya benar-benar berdetak tidak normal. Membuat Sharlynn merasa lemas di kedua lututnya. Apalagi terasa hangat napas Richie saat menerpa wajahnya. “Kau berani membantahku?” tanya Richie dengan nada tegas. “Aku tak bermaksud membantahmu. Aku yang tak mengerti denganmu yang melarangku memakai baju seperti ini,” sahut Sharlynn dengan berani. “Kau takut jika aku bisa membuatmu melanggar perjanjian kontrak kita?” Tatapan Richie mulai memindai kembali wajah cantik wanita di depannya. Tak menggubris apapun kalimat yang keluar dari mulut Sharlynn. Tatapan itu seolah bersamaan dengan Richie yang merutuki dirinya sendiri. Jika teringat perlakuan Heinz padanya, ingi

