“Richie, kau berisik sekali! Aku akan segera menstransfer uangmu. Aku masih menyimpan nomor rekeningmu!” amuk Sharlynn dengan suara pelan. Sebagai penghuni baru ia tak ingin membuat keributan di sana. Apalagi terlihat seorang pria yang selalu mendatangi ruangannya dengan seenaknya sendiri. Richie menyingkirkan telapak tangan lembut itu perlahan agar tak menutupi bibirnya. Ia membuat Sharlynn menatapnya dengan heran. “Kau juga lupa jika kunci apartemenmu ada di aku?” Sharlynn menepuk keningnya dengan lembut. “Hari ini benar-benar membuatku semakin gila. Apalagi saat ada kau di dekatku, kau selalu membuatku gila!” omelan Sharlynn tak digubris Richie yang sibuk memutar kunci pada tempatnya. Pintu terbuka, Sharlynn masuk terlebih dahulu. Melepas sepatu dan meninggalkannya begitu saja di t

