Setelah satu minggu lalu kalah telak dari semua bujuk rayu yang ditebarkan oleh Maya, akhirnya Alisha memilih untuk pulang sebentar demi menemui ayahnya yang kabarnya sedang menurun kesehatannya. Alisha tak ingin jadi anak durhaka, oleh karena itu, meski jantungnya bertalu-talu ia tetap nekat kembali ke rumah masa kecilnya. Tak langsung bertolak ke Banten, tapi Alisha akan ke Jakarta terlebih dahulu, lalu berdua dengan Maya ia akan melanjutkan perjalanan. "Lho, Mas Danesh, kebetulan banget kita ketemu di sini?" sapa Alisha begitu melihat sosok Danesh di bandara. "Jemput seseorang, Mas?" sambung Alisha lagi. Danesh yang saat itu tampil santai dengan kaos putih yang ditutupi jaket kulit serta kacamata hitam hanya mengangguk sekali. "Iya, jemput kamu," serunya singkat tanpa basa-basi. "A-

