"Kondisi Alisha masih belum stabil, dia butuh ketenangan juga. Jadi lebih baik kita berbincang di tempat yang lain." Ada ketegasan bercampur amarah dalam kalimat Faris, namun ia tekan kuat-kuat mengingat tempat dan situasinya tidaklah tepat saat ini. Pria paruh baya itu belum mendengar kisah lengkap dari Alisha secara langsung tentang kemalangan yang menimpanya. Faris hanya mendengar cerita dari Iin dan Danesh yang semalaman ikut menemani mulai proses operasi hingga Alisha kembali sadar sekitar pukul satu dini hari. "Ada kepentingan apa sampai sepagi ini tak sungkan mengganggu kami?" tanya Faris enggan berbasa-basi pada dua orang di depannya. Hanami, dan juga putra bungsu yang sedari tadi ia tangisi, Arya. Hanami tertegun sejenak, ia tak menyangka kedatangannya ke rumah sakit Harmoni te

