“Makanmu harus banyak hari ini, Boy,” ucap Nyonya Aline menuangkan kembali menu sarapan yang sebenarnya tinggal sedikit di piring Gani. Anak lelaki itu membungkam mulutnya dengan kedua telapak tangan dan menggeleng ngeri. “Nenek ... Nyonya Aline terus memaksaku. Perutku sudah kenyang,” rengek bocah kecil itu mengadu pada Nyonya Muge yang duduk di sebelahnya. “Aduh Bibi ... Jangan terlalu banyak. Bagaimana jika nanti Gani akan memuntahkan makanannya saat kita akan membawanya ke taman air?” Faulina menimpali dengan menepuk keningnya frustrasi. “Aku tidak menaruh banyak makanan di piringnya. Lihat? Ini sedikit, bukan?” Gani langsung menggeleng cepat, masih dengan membungkam mulutnya. Jihan tertawa kecil melihat perdebatan mereka dan Nyonya Muge memilih mengambil alih makannnya. Ia menaru

