Bab 53 "Bang, ini ayam sama ikan goreng tinggal dipanasin. Sayur beli aja. Nasi masak sendiri, ya," ujar Yhara sambil merapikan isi kulkas. "Iya, Sayang," jawab Ziyad. "Kamu happy-happy aja, nggak usah mikirin abang," lanjutnya sembari mengenakan jaket jeans kebangsaan. "Susah nggak mikirin, Bang." "Hmm?" "Kebiasaan bareng-bareng. Mau misah gini rasanya aneh." Ziyad menoleh dan memperhatikan wajah Yhara. Kentara sekali perempuan itu tampak khawatir. Sebetulnya Ziyad juga merasakan hal yang sama, tetapi dia berusaha untuk tetap teguh dengan keputusannya memberikan kesempatan pada Yhara untuk menikmati waktu sendirian bersama yang seumuran. "Abang ikhlas, Sayang. Nggak apa-apa kok sekali-sekali kamu hang out sendiri. Toh abang juga lagi sibuk acara seminar besok sampai lusa. Bis

