Bab 62 Suasana hening di rumah kontrakan daerah Rawamangun itu adalah hal yang biasa. Penghuninya merupakan orang-orang yang sangat sibuk sehingga akan jarang berada di tempat, terutama pemilik kamar nomor satu, yaitu Hamid. Namun, hal ini berbeda dengan hari ini dan lima hari sebelumnya. Pria bertubuh kurus itu sering terlihat di teras tengah melamun dengan mulut menganga. Itu adalah gaya khasnya bila tengah berpikir keras, seperti kali ini. Sebuah motor matik melintas, berbelok ke kiri dan memasuki pekarangan rumah kontrakan tersebut. Pengendaranya memarkirkan motor di dekat dinding pembatas, berhadapan dengan lorong yang mengarah ke tangga yang menuju ke lantai dua rumah tersebut. Yhara mematikan mesin motor dan tak lupa untuk mencabut kuncinya. Melepaskan helm dan merapikan ramb

