Bab 55 Danish terbangun karena tepukan di kaki. Pria muda itu mengerjapkan mata beberapa kali sebelum akhirnya menyadari bila dirinya tidak sedang berada di kamarnya. Pandangan Danish bergeser dan tertumpu pada sepasang mata sipit beriris cokelat yang memandanginya seraya tersenyum. "Bangun, Pangeran. Udah siang," ujar Yhara. "Hu um," balas Danish. "Mau dibuatin kopi atau teh?" "Peluk aja." Cubitan langsung mendarat di betis Danish yang seketika mengaduh. Yhara bangkit berdiri dan jalan menuju pantry. Sementara Danish bangun dengan bertumpu pada kedua siku, mengedarkan pandangan ke sekeliling sambil mengumpulkan nyawanya yang masih berserakan, sebelum akhirnya berdiri dan meraih ranselnya yang diletakkan di ujung kaki. Danish membuka ransel dan meraih pakaian ganti serta peral

