Selamat membaca, guys! *M a t a h a r i* Senja mendekap Matahari dalam pelukan. Membiarkan gadis itu terisak di sana dan menumpahkan segala keluh lukanya saat itu juga. Jika pun Senja tak dapat mengobati rasa sakit itu, ia hanya akan menemani Ata merasakan luka yang entah sampai kapan akan diderita cewek itu. "Kamu berhak marah, kamu berhak kecewa, kamu berhak buat nggak baik-baik aja." Telapak tangan Senja menepuk pundak Ata dengan hangat, membiarkan cewek itu menangis semuanya di sana dengan nyaman. Tepat di tepi jalan, di bawah pohon akasia yang daunnya amat lebat. Meski langit semakin gelap, tetapi semburat jingga sore itu seolah hadir untuk menghibur Ata mengusir perihnya. "Aku pengen maafin semuanya, Dit. Tapi, di saat yang bersamaan. Mereka juga nggak sepenuhnya menyesal sama p

