*M a t a h a r i* Seringkali kita merasa jadi manusia yang paling terluka, paling menderita, dan paling sengsara di muka bumi. Padahal bumi ini luas, jadi sangat-sangat nggak mungkin kalau hanya kita yang sengsara. Setiap detik yang berdetak seiring degup jantung, pasti akan selalu ada kejadian pilu atau membahagiakan yang menimpa seseorang. Semua itu bergantian, berproses secara adil dan merata. Jadi Ata selalu meyakini bahwa tak ada manusia yang sepenuhnya menderita selamanya. Ata yakin, ada banyak hal kecil yang bisa ia syukuri bahkan saat ia berada di titik yang teramat sangat sulit. Buktinya, ia masih bisa berdiri di atas kedua kakinya sendiri. Tertawa bersama Senja, bertemu dengan ayahnya yang asing, dan ... wanita yang membuatnya menjadi asing di mata keluarga. Anna. Wanita itu

