Sebelum baca jangan lupa tekan Love! *M a t a h a r i* Hey, "Ta?" "Hmm," jawab Ata tanpa mengalihkan pandangan dari buku tugas yang membuat cewek itu duduk tenang di atas karpet merah. Kedua tangannya bertumpu di atas meja, sedangkan punggungnya menyandar pada sofa di belakang. Yang di mana Senja merebahkan diri di sana setelah setengah jam yang lalu keduanya berhasil menghabiskan seblak-nya masing-masing. s**u hangat milik Ata sisa setengah, sedangkan milik Senja sudah lenyap tak bersisa. Hanya menyisakan beberapa potongan es batu yang mulai mencair dalam gelas kaca tersebut. Cowok itu menatap langit-langit rumah Ata. Rumah minimalis yang entah kenapa Ata suka sekali menempatinya. Padahal di rumah bunda, cewek itu juga memiliki kamar sendiri. Dan Bunda bahkan lebih senang jika At

