Jangan lupa tap love yaa. Selamat membaca, Guys! *M a t a h a r i* Di atap rumah sakit kedua insan itu masih duduk menatap langit yang mulai mengelam. Jingga di langit mulai memudar saat sang bintang raksasa tenggelam kembali pulang ke singgasana. Diiringi cericit burung walet yang berhamburan di angkasa seolah berlomba untuk sampai ke sarangnya lebih cepat. Setelah seharian letih beterbangan. Senja menghela napas setelah menyesap habis kopi hitam dalam gelas sterofoam tersebut. Matanya masih senantiasa menatap lurus ke depan, sama dengan Ata. Meski tak banyak yang mereka bicarakan, entah kenapa sore ini Ata terdengar seperti orang lain. Bukan, maksud Senja. Gadis itu menjadi sosok yang sedikit lebih hangat. Mungkin karena Matahari mulai belajar tersenyum dengan tulus, melepas dengan i

