Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri Keke. Gadis itu sampai terhentak ke belakang saat menerima pukulan tersebut dari mamanya sendiri. Ia baru saja pulang pukul tujuh malam, begitu melewati pintu utama Keke sudah dihadang oleh mama dan dihadiahi oleh pukul tersebut. Gadis itu mengepalkan tangannya erat, sebelahnya lagi menyentuh pipi yang terasa panas. Sekian detik terdiam meredam rasa sakit yang cukup membuatnya berkunang-kunang itu, Keke membalas tatapan mama yang terlihat sangat marah di depannya. "Dari mana aja kamu jam segini baru pulang?" tanya mama marah. Sorot matanya jelas menunjukkan pijar murka untuk anak gadis semata wayangnya tersebut. Namun, Keke juga tak kunjung menjawab. Ia diam menatap lurus ke depan, enggan menatap mama yang tak pernah menyorotkan kehangatan tu

