Dingin semakin terasa menggigilkan saat air beriak dan mulai bersemu merah. Sepasang mata cokelat yang sudah basah semakin meredup perlahan. Samar... Di matanya seorang wanita paruh baya sempat tersenyum setelah kemudian membawanya turut masuk ke dalam dinginnya air di waktu subuh datang. Ia mengerjap berkali-kali. Kaki dan tangan kecilnya bergerak untuk menggapai tepian. Namun, semuanya terasa semakin berat. Ia jatuh ke dasar luka paling dalam. Gadis kecil berambut panjang yang menggenggam pita berwarna jingga. Tenggelam di antara pergantian waktu. Saat matahari harus kembali bersinar, mengusir sepi, serta bulan dan bintang. Aku, mati di dalam! *Elegi Esok Pagi* Lembayung Senja. Rindu bergolak menentang jingga yang menyala. Kebencian turut hadir menorehkan lukisan abstrak di

